Siswi SMA Plus YPHB yang Sempat Hilang Berbohong Demi Cari Perhatian

Hot Week



TODAYJKT.INFO Kisah Farhany Ramadhina (17), siswi SMA Plus YPHB yang sempat dinyatakan hilang kini menjadi pergunjingan. Terlebih keterangan Prempuan yang tinggal di Perumahan Taman Soka, Jalan Soka 10, Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, itu kerap berubah-ubah.

Usai menjalani pemeriksaan intensif, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bogor Kota, Kompol Condro Sasongko, menegaskan Farhany bukan korban penculikan.

Condro menyebut Farhany akhirnya mengaku tidak pulang ke rumah lantaran ketiduran di rumah teman. Itu mengapa penyidik tidak menelusuri kasus ini lebih lanjut.

“Dia hanya ketiduran di rumah temannya karena ngerjain soal, mau ujian,” ungkapnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).Seperti diketahui, siswi kelas 12 IPS itu sebelumnya mengaku dibawa tiga lelaki dan seorang perempuan.



Tak hanya itu, kepada polisi, sebelumnya Farhany juga mengaku disekap di dalam ruang yang gelap, Kamis (2/3/2017) malam. Namun ternyata hal itu tak pernah terjadi. Meski begitu, menurut sang ayah, R Agung Abdillah, anak perempuannya itu masih mengalami trauma. Sehingga menurutnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menenangkan psikologisnya.

Menurut Agung yang terpenting baginya Farhany kini sudah bisa kembali berkumpul bersama keluarga besarnya lagi.“Alhamdulillah sudah kumpul bersama keluarga lagi. Dari keluarga poin utamanya itu,” tuturnya.

Kepada Radar Bogor, Psikolog dari Rumah Cinta Bogor, Retno Lelyani menilai fenomena pengakuan tidak benar dari remaja sebagai bentuk ekspresi menunjukkan eksistensi mereka.

Atau dengan kata lain, remaja itu tengah krisis kepercayaan diri dan butuh pengakuan di antara sebayanya.

“Jika itu benar (berbohong, red) jadi ingin pamer ke teman-temannya kalau anak ini bisa membuat heboh,” jelasnya.Dalam pengamatan Retno, anak remaja ingin menjadi pusat perhatian. Apalagi dengan fenomena media sosial, membuat remaja berlomba-lomba tampil di dunia maya. Salah satu cara yakni dengan membuat sensasi.

“Tak jarang ketika saya tanya para remaja, ada yang ingin jadi Youtuber, ingin terkenal punya banyak uang,” jelasnya.

Terkait kasus ini, Retno juga membagikan tips bagi orang tua. Mereka selayaknya mengawasi perkembangan dan pertumbuhan anak. Agar dapat dilakukan dengan baik, banyak cara untuk melakukannya.

Menurut Retno, salah satu cara yang cukup mudah yakni dengan mengamati ekspresi wajah serta bahasa tubuh dan anak. Hal ini membuat orang tua dapat lebih mengetahui anak lebih dekat dan cepat.

“Misalnya, mikro ekspresi atau ekspresi wajah yang datar. Satu per 25 sampai 25 detik yang bisa mengungkapkan emosi yang sebenamya dirasakan anak-anak. Secepat itu, orang tua dapat mengetahui bohong atau tidaknya anak,” ujarnya.Orang tua juga harus lebih sering berbicara atau melihat wajah anak. Hal ini akan lebih mudah membaca ekspresinya.

“Tidak perlu bongkar tas, HP, maupun kamar, tapi cukup lihat ekspresi wajah saja,” ungkap Retno.

Memahami anak melalui ekspresi wajah sangat bermanfaat ketika anak memasuki masa remaja.  Hal lain yang dapat dilakukan orang tua untuk mengawasi wajah juga dengan bahasa tubuh.

Dua hal ini sedikit berbeda tapi saling mendukung.

“Bahasa tubuh anak bisa juga dijadikan ‘CCTV’ orang tua,” pungkasnya.

source  http://jabar.pojoksatu.id/bogor/2017/03/06/siswi-sma-plus-yphb-yang-sempat-hilang-berbohong-demi-cari-perhatian/

Halaman

cabut
ABOUT US
Readmore

Entri yang Diunggulkan

Video Panas Anak SMP dan SMA yang dicari-cari di jagad maya

Postingan Populer